Friday, September 25, 2009

P.E.D.U.L.I.

Peduli!!
Dia peduli,
Hidupnya untuk peduli,
Sampai kepalanya pusing-pusing sudah.
Kerana peduli,
Dia tidak peduli itu,
Dia peduli hanya pada
kasih pedulinya yang satu,
yang meroket-roket,
sampai Firdausi!!!

Sayang...
Kasih peduli
wangian Firdausi itu
dibawa ke Jahannam.
Buatan dia
yang tidak peduli.
Dia itu peduli apa pada yang peduli?
Dia pedulikan dirinya cuma.
Peduli yang baunya busuk,
membusukkan,
merosak wangi
peduli Firdausi.

Dia yang peduli,
selalu peduli,
membingkis doa,
'rahmatilah peduliku ini Allah yang Maha Peduli'.

Tundukkan tidak peduli dia.
Ini doaku,
yang pedulinya,
separa-separa,
pandai pupus,
datang semula,
meroket-roket,
tiada ketentuan.

No comments:

Post a Comment